Tampilkan postingan dengan label SKRIPSI EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SKRIPSI EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK AIR MERK AQUA PADA UD. BIMA


BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Permasalahan
Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan manusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu banyaknya usaha yang bermunculan baik perusahaan kecil maupun besar berdampak pada persaingan yang ketat antar perusahaan baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Oleh karena itu pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi persaingan, pengembangan usaha dan untuk mendapatkan laba, sehingga perusahaan dapat mengembangkan produknya, menetapkan harga, mengadakan promosi dan mendistribusikan barang dengan efektif.
Pada umumnya perusahaan mengalami kesulitan dalam memonitor, memahami dan menganalisis perilaku konsumen secara tepat dan benar, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masing-masing individu. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk dapat memantau perubahan-perubahan perilaku konsumennya, termasuk perilaku konsumen untuk mendapatkan atau memilih produk.
Produk air minum merk aqua sebagaimana diketahui adalah salah satu produk air minum yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena diambil dari sumber mata air yang bersih dan jernih dengan beberapa kali proses penyaringan sehingga sehat untuk dikonsumsi dan baik untuk mengganti cairan dalam tubuh. Demikian juga bagi kalangan masyarakat yang sebagian besar berdomisili di kota Situbondo, produk ini merupakan produk yang biasa dikonsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya menyehatkan tubuh.
Dengan semakin banyaknya air minum yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen air minum untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya merk air minum yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.
Keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari diri konsumen maupun luar konsumen. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen diantaranya adalah faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Dari uraian tersebut di atas maka judul penelitian ini adalah: Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk Air Merk Aqua Pada UD. BIMA (Studi Pada Konsumen Air Minum Merk Aqua Masyarakat Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo).

I.2. Perumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas dapat ditarik perumusan masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara parsial/terpisah terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk air minum merk aqua?
  2. Bagaimana pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan/bersama-sama terhadap keputusan untuk membeli produk air minum merk aqua?
  3. Dari faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis diatas, faktor mana yang berpengaruh dominan terhadap keputusan untuk membeli produk air minum merk aqua?
I.3. Tujuan Penelitian
  Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat disusun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
  1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perilaku konsumen yang terdiri dari faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis  secara parsial/terpisah terhadap keputusan untuk membeli produk air minum merk aqua.
  2. Untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumen dari faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan/bersama-sama terhadap keputusan untuk membeli produk air minum merk aqua.
  3. Untuk mengetahui diantara faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologi yang berpengaruh dominan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk air minum merk aqua.
SELENGKAPNYA:
HUBUNGI 085646816030

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA PENJUALAN KREDIT DI PERUSAHAAN DAGANG TUNAS ANEKA LOGAM KLATEN



ABSTRAK 

Fungsi pengendalian intern dalam sistem akuntansi penjualan kredit selalu dikalukan oleh PD. Tunas Aneka Logam. Perusahaan menginginkan pelaksanaan operasional yang teratur dan berkesinambungan. Lebih dari 80% transaksi penjualan pada PD.Tunas Aneka Logam berupa penjualan kredit. Perusahaan menginginkan dalam transaksi penjualan yang terjadi di catat dengan baik dan benar. 

Dalam proses transaksi tersebut perusahaan membutuhkan system yang baik. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah yang di angkat adalah: Bagaimana pengendalian intern dalam sistem akuntansi penjualan kredit yang diterapkan di P.D. Tunas Aneka Logam? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengendalian intern dalam sistem akuntansi penjualan kredit yang di terapkan di PD. Tunas Aneka Logam. 

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa di perusahaan ini sudah terdapat sistem pengendalian intern pada sistem penjualan kredit yang cukup baik, akan tetapi masih terdapat beberapa kelemahan. Di antaranya pada fungsi, terjadi kerangkapan jabatan sehingga mengakibatkan kesenjangan informasi, tejadinya pemangkasan prosedur dalam sistem akuntansi penjualan kredit. Sehingga perlu penataan kembali prosedurnya. 

Dalam dokumen dan catatan akuntansi masih terdapat kekurangan dokumen dan catatan. Sehingga dapat terjadi penyelewengan kekayaan perusahaan, penyelewengan jabatan 

Kata kunci: Sistem pengendalian intern pada penjualan kredit 

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perusahaan, Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah maupun Badan usaha Milik Swasta sebagai suatu pelaku ekonomi, tidak lepas dari kondisi globalisasi ekonomi dewasa ini. Hal ini mempertajam persaingan-persaingan diantara perusahaan. Agar perusahaan bertahan atau bahkan berkembang diupayakan penyehatan dan penyempurnaan meliputi peningkatan produktifitas, efisiensi serta efektifitas pencapaian tujuan perusahaan. Kebijakan yang ditempuh manajemen antara lain memperbaiki sistem akuntansi dan meningkatkan pengendalian (HIRO Tygiman, 1997,9).
Dalam perusahaan yang skalanya masih kecil (baru berdiri) seorang pemilik bisa mengawasi sendiri setiap kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Semakin besar suatu perusahaan semakin banyak tugas atau kerjaan yang perlu di delegasikan kepada bawahan.
Setiap perusahaan menggunakan sistem akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan lainnya. Sistem akuntansi perusahaan dikatakan baik, apabila pengendalian intern dapat di lakukan dengan baik pula, sehingga kecurangan-kecurangan yang timbul dapat ditekan seminimal mungken. Dengan demikian pimpinan perusahaan dapat mengendalikan jalannya perusahaan yang kemiudian akan dapat mencapai tujuan utama perusahaan. Yaitu laba yang maksimal tanpa mengabaikan kepentingan umum dan norma-norma yang berlaku umum.
Begitu juga dengan sistem penjualan memegang peranan penting dalam perusahaan, karena hasil penjualan dan penerimaan piutang yang continew   adalah salah satu factor yang mempengaruhi perputaran pituang dan laba. Bila fungsi penjualan tidak bekerja dengan baik, maka kelancaran perusahaan akan terganggu. Produk akan menumpuk di gudang sehingga tidak ada arus kas yang masuk, sedangkan perusahaan membutuhkan dana yang besar untuk membiayai operasional perusahaan.
Perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain untuk menarik konsumen dengan melakukan penjualan kredit. Penjualan kredit akan menimbulkan piutang. Piutang usaha adalah piutang yang timbul dari transaksi penjualan barang atau jasa dalam kegiatan normal perusahaan (Astuti; 1996:41) . Piutang merupakan salah satu harta perusahaan, yang nantinya jika di lunasi akan menjadi penerimaan kas, kas merupakan kelompok aktiva lancar yang paling mudah terjadi penyelewengan, kesalahan pencatatan dan bisa terjadi piutang yang tak tertagih. Untuk menghindari hal semacam ini perlu adanya sistem pengendalian intern,  pada sistem akuntansi penjualan kredit.
Dari sistem yang ada, yaitu sistem penjualan kredit, penulis tertarik untuk menghubungkan pengendalian intern dan sistem akuntansi penjualan kredit. Penulis melihat dari sistem tersebut ada hubungan yang saling terkait antara pengendalian intern, dan sistem akuntansi penjualan kredit. Jika ketdua system tersebut dapat di jalankan dengan baik maka akan mendukung kelancaran aktifitas perusahaan.
Fungsi pengendalian intern  dalam sistem  akuntansi penjualan kredit selalu dikalukan oleh PD. Tunas Aneka Logam. Perusahaan menginginkan pelaksanaan operasional yang teratur dan berkesinambungan. Lebih dari 80% transaksi penjualan pada PD.Tunas Aneka Logam berupa penjualan kredit. Perusahaan menginginkan dalam transaksi penjualan yang terjadi di catat dengan baik dan benar. Dalam proses transaksi tersebut perusahaan membutuhkan system yang baik.
Berdasarkan uraian di atas, Penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian terhadap system pengendalian intern, sistem penjualan kredit, dan akuntansi piutang pada PD. Tunas Aneka Logam, sehingga penulis mengambil judul “EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA  PENJUALAN KREDIT DI PERUSAHAAN DAGAN TUNAS ANEKA LOGAM KLATEN”.

SELENGKAPNYA:
HUBUNGI 085646816030

KONTRIBUSI PENERIMAAAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN PONOROGO


RINGKASAN

            Dengan diberlakukannya otonomi daerah maka setiap daerah harus berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah guna membiayai pembangunan daerahnya. Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba Badan Usaha Milik Daerah dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Pajak daerah dan retribusi daerah mempunyai peranan yang sangat penting dalam pemerintahan daerah, khususnya di dalam melanjutkan pembangunan.

Masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah; 1) adakah pengaruh secara signifikan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Ponorogo dan 2) Berapa besar kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah.

 Model analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah model analisis regresi linier berganda. Data yang diambil berupa data penerimaan pajak daerah, retribusi daerah dan Pendapatan Asli Daerah per bulan selama tahun 2007-2010.

            Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pajak daerah dan retribusi daerah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Kontribusi retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah lebih besar dibandingkan dengan kontribusi pajak daerah. Untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah di Kabupaten Ponorogo perlu diadakan penambahan pengawasan, evaluasi, dan peningkatan perekonomian.

Kata Kunci : Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pendapatan Asli Daerah.



SELENGKAPNYA:
HUBUNGI 085646816030